Blog

Apa Sih Perbedaan Quick Charge dengan Power Delivery Charging 

Quick Charge

Quick Charge

Seiring berkembangnya teknologi, semakin banyak produsen smartphone yang menyematkan fitur-fitur yang lebih canggih ke dalam produknya. Tidak ketinggalan teknologi Fast Charge, seperti Quick Charge dan Power Delivery kini menjadi fitur yang penting karena semakin padat mobilitas seseorang. 

Lalu, apakah perbedaan antara teknologi Quick Charge dan Power Delivery? Untuk yang masih belum tahu perbedaan serta cara kerjanya dari kedua teknologi pengisian daya tersebut, simak dulu penjelasannya di bawah ini.

Perbedaan Quick Charge dan Power Delivery

Teknologi Quick Charge

Fitur Quick Charge (QC) merupakan fitur yang eksklusif bagi perangkat yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon. Teknologi pengisian cepat tersebut pertama kali dihadirkan di tahun 2013 dengan teknologi Qualcomm Quick Charge 1 (QC1). 

Kemudian produsen HP semakin meningkatkannya dengan menghadirkan Quick Charge 2.0 yang membuat baterai bisa terisi hingga 50% dalam waktu 30 menit. Kalau memakai charger biasa, voltase yang dipakai 5V saja, sedangkan di Quick Charge 2.0 voltase yang dikeluarkan bisa menjadi lebih tinggi hingga 20V dengan arus 2A. 

Misalnya saja di prosesor Snapdragon 600, perangkat hanya mendapatkan voltase 5V dengan maksimal 2A, artinya pengisian dayanya masih menggunakan teknologi charger biasa. Berbeda dengan Snapdragon 615, 800, 801, 805, 810 atau lebih tingginya bisa menerima voltase 5V, 9V, dan 12V dengan maksimal 3A. 

Lebih canggihnya lagi pada QC 3.0 yang mampu mengisi baterai 38% lebih cepat daripada QC 2.0, bahkan 4x lebih cepat dari QC 1.0. Dengan teknologi Quick Charge tersebut, perangkat bisa menentukan berapa banyak kekuatan dalam satu kali pengisian, sehingga transfer daya dan penurunan power-nya menjadi lebih optimal. 

Power Delivery Charging

Power Delivery

berbeda dengan fitur QC yang mengandalkan Qualcomm Snapdragon, Power Delivery Charging (PDC) merupakan teknologi pengisian daya yang memanfaatkan konektor serta kabel USB Type C. Bukan tanpa alasan, karena keduanya mampu mengirimkan daya yang lebih tinggi pada sebuah perangkat yang menggunakannya.

Perbedaan lainnya adalah pada daya yang digunakan teknologi PDC bisa mencapai 100W yang tidak hanya ke smartphone saja, melainkan juga ke laptop, TV, kamera, SSD, dan perangkat-perangkat lainnya. Ketika kamu menggunakan PDC, tidak hanya menghasilkan pengisian cepat saja tapi juga daya yang lebih besar pada perangkat yang besar. 

Dengan kata lain, tidak hanya mengisi daya untuk smartphone saja, tapi juga bisa untuk laptop ataupun notebook. Kenapa? Karena PDC dapat mengoptimalisasi daya yang di mana setiap perangkat akan menarik daya saat dibutuhkan saja.

Contohnya saja kamu bisa menggunakan powerbank untuk mengisi baterai laptop kamu. Tidak hanya itu saja, laptop juga bisa kamu gunakan untuk mengisi daya smartphone, sehingga kamu tidak perlu lagi membutuhkan charger khusus. 

Perbedaan Lainnya Antara PDC dan Quick Charge

Perbedaan lainnya teknologi QC dengan PDC adalah pada biaya lisensinya. Perangkat yang memakai fitur pengisian cepat tentunya harus membayar lisensi pada pihak Qualcomm yang menjadi pemilik teknologi tersebut. Berbeda dengan teknologi PDC yang di mana produsen tidak perlu membayar apapun lagi.

Tambahan

Perlu kamu ketahui, fitur Quick Charge dan Power Delivery baru dapat berjalan di perangkat kamu jika kamu menggunakan adapter dan kabel yang telah mendukung fitur-fitur tersebut. Salah satunya seperti adapter Quick 4+ dari HIPPO Elite dan kabel Zenith CC yang sudah mendukung fitur ini. Jadi, jangan sampai kamu mengharapkan fitur tersebut akitif tapi kamu tidak menggunakan aksesoris yang mendukung fitur tersebut ya, HIPPO Lovers.

Selanjutnya: Biar Tidak Bingung, Ini Perbedaan Earphone, Headset, Headphone, dan Handsfree

Tinggalkan Balasan